18 Nov
kabah

Hikmah Yang Tersembunyi Di Balik Ibadah Umroh (Tausyiah). Jamaah Perlu Mengetahuinya

Ibadah umroh juga mempunyai makna yang dalam bagi orang yang mengetahuinya. Hikmah dalam ibadah umroh adalah pemandangan cinta dan rindu. Tidak mungkin orang datang ratusan kilometer dari rumahnya hanya untuk datang ke Baitulloh tanpa didorong persaan cinta dan rindu. meninggalkan keluarganya dan kampung halamannya untuk waktu tertentu, hanya orang yang dimabuk cinta saja yang akan tahu.

Pada dasarnya ada dua hubungan manusia dengan sang penciptanya yaitu Allah swt. Hubungan yang pertama adalah menunjukkan ketaatan dan kehambaan. Hal ini banyak tercermin dalam ibadah yang kita lakukan, misalnya dalam hal sholat. Semua perkara dalam sholat menunjukkan hal ini.

Dimulai dari sebelum sholat maka kita memakai pakaian yang pantas, kemudian dengan penuh ketenangan mengambil air wudlu. Setelah itu mulai sholat dengan penuh ketakziman mengangkat kedua tangan sampai telinga sambil mengagungkan kebesaran  dan merasakan kehadiran Allah swt lalu bersedekap. Demikian juga ketika meletakkan kepala di atas tanah menunjukkan ketaatan dan kelemahan kita dihadapan Allah swt.

Hubungan yang kedua adalah hubungan cinta kasih. Hubungan ini bisa dilihat dalam hikmah melaksanakan ibadah umroh. Dimulai dari sejak awal meninggalkan keluarganya menuju rumah sang kekasih. Ia lewati lorong dan jalan menuju rumah kekasihnya. Jika dalam perjalanan untuk menjumpai kekasihnya ia mendapati kesukaran dan penderitaan maka tentu saja hal ini akan terasa ringan.

Setelah itu memakai pakaian Allah swt juga menunjukkan cinta. Tidak ada penutup kepala, tidak ada baju diatas badan, dalam keadaan seorang fakir dan tidak memakai wangi-wangian dan perhiasan. Kemudian thawaf dimulai dengan mencium hajar aswad yang didalam hadist disebutkan sebagai tangannya Allah swt. Oleh karena itu mencium hajar aswad seolah-olah mencium tangan Allah swt.

Dan ini adalah karunia yang besar karena Dia telah memberikan keberuntungan ini kepada manusia yang dipilihnya untuk datang menghadap-Nya. Setelah itu berlarian antara shafa dan marwa adalah gambaran seseorang yang dilanda cinta. Tanpa memakai penutup kepala dan memakai baju pada saat Sai berlarian kesana kemari.

Pada akhirnya ditutup dengan memotong sebagian rambut kita yang artinya adalah membuang pikiran pikiran kotor yang ada dalam otak kita. Semua yang terjadi awalnya dari pikiran, oleh karena itu selepas umroh setiap melangkah kaki ketika kita melakukan aktifitas apa saja selalu dasarilah dengan rasa cinta hanya mengharap ridha dari Allah swt saja.

Demikian hikmah di balik ibadah umroh yang kita lakukan, semoga menambah pengetahuan kita tentang ibadah ini dengan lebih baik (Fadilah haji dan Umroh).

Sumber : tatacaraumroh.net

Tags:

About Post Author

Leave a Reply