Perjuangan Penuh Haru Suami Istri Pedagang Bakso Dan Es Kelapa Muda Yang Bisa Tunaikan Umroh

Penjual Es dan Bakso Ini Akhirnya Menjadi Tamu Allah SWT di Baitullah

Pasangan suami istri/Pasutri Riski (50) dan Fatima (40) bersyukur cita-citanya melaksanakan ibadah umrah telah tercapai. Pasangan tersebut melaksanakan ibadah itu dengan ongkos hasil dari berjualan es degan dan bakso yang telah mereka jalani selama 15 tahun.

Pasutri itu berangkat umrah dari Jember. Menurut Riski, ibadah tersebut ditempuh selama 20 hari, di Madinah 5 hari dan di Mekkah selama 15 hari.

Dikutip dari NUonline, riski mengatakan bahwa “Saya tidak punya gaji bulanan, bukan pegawai negeri. Tidak punya juga apa yang mau dijual. Jadi, hasil jualan ini saya tabung untuk ongkos keberangkatannya ke tanah suci,” ujar pria lulusan SMP itu di tempat ia bekerja sehari-hari, sebuah warung di pinggir jalan di Desa Lojejer, Selasa (10/1).

Bapak dua anak ini menambahkan, awalnya ia mempunyai uang 5 juta untuk membuka tabungan dia dan istrinya.

“Saya buka rekening di bank. Saya menabung tidak setiap hari. Saya kumpulkan dulu selama beberapa hari. Empat hari atau lima hari, saya tabungkan ke bank BRI Cabang Tenggarang dekat pasar itu sebesar 500 ribu atau 700 ribu itu untuk dua orang,” tuturnya.

Warga Desa Kajar Rt 4 Rw 1 Kecamatan Tenggarang itu mengaku menjual satu es degan seharga 6 ribu rupiah. Sementara bakso per mangkok 5 ribu rupiah.

Ketika musim panas, lanjutnya, es degan laris manis. Sehari ia bisa menjual 100 -125 butir dengan harga sama, 6 ribu. Sementara ia membeli kelapa tersebut seharga 2 ribu per butir.

“Semua itu niat hati, insyaallah bisa berangkat. Ini buktinya saya bisa berangkat umrah,” ucapnya.

Sumber : nu.or.id

Read More