About Post Author

mm
Berhenti-Merokok-Pemuda-Ini-Tabung-Untuk-Umroh

Dengan Itikad Baik Dan Niat Yang Ikhlas, Pemuda Ini Berhasil Umrah (Tausyiah)

Ketika seseorang berniat dengan kuat dan ikhlas, maka segala usaha dan ide akan ia lakukan dan gunakan untuk mencapai impiannya tersebut menjadi kenyataan. Sama halnya dengan kisah seorang pemuda yang satu ini dimana ia sengaja berhenti merokok, dan mengambil keputusan untuk tidak berpacaran agar dapat melaksanakan impianya, yaitu umroh.

Sebuah kesaksian pemuda ini, yang menjadi viral di laman media sosial Facebook. Di sebutkan bahwa pemuda ini melakukan tekad yang kuat terinspirasi dari seorang penulis, pembicara, dan pengusaha asal Indonesia yaitu Ippho Santosa. Selama setahun pemuda ini berhenti merokok dan memutuskan hidup single (tak pacaran).

“ jatah rokok sehari Rp.15.000 dan uang kencan (pacaran) setiap bulan Rp 300.000, dimasukin celengan selama satu tahun gak dibuka. Pas dibuka uangnya ada 8,7 jt 15rb.” Tulisnya dalam akun facebook.

Pemuda itu juga menambahkan, “Alhamdulillah berkah Ramadhan, rencana tahun depan jatah rokok Rp.20.000 niatnya gak di buka selama tiga tahun, semoga uangnnya bisa terkumpul dan setiap harinya harus terisi Rp.20.000, nanti hasilnya tinggal dikalikan saja 360 (jumlah hari dlm satu tahun) x Rp.20.000 = Rp.7.200.000 x tiga tahun = Rp. 21.600.000 .” jelasnya.

“Jadi uang jatah rokok selama tiga tahun bisa dipakai berangkat Umroh, Hehehe (insya Allah Tercapai).” ungkapnya dalam salah satu postinganya. Ketika kita bersungguh-sungguh terhadap sesuatu, maka Allah akan mudahkan. Selama niatnya lurus dan tujuannya syar’i. Insya Allah.

Sumber : islampos.com

Read More
muhammad-ramadhan-penderita-leukemia-umrah-hingga-meninggal

Pria Ini Diberi Kesempataan Oleh Allah SWT, Walau Hanya Sesaat.

Pria asal Malaysia meninggal dunia di Madinah setelah melakukan perjalanan umrah. Dia adalah Muhammad Ramadhan. Pria ini ternyata sudah lama derita penyakit leukemia, dan sebelum umrah ia sudah diberitahu dokter bahwa kesempatan hidupnya tinggal beberapa hari lagi.

Tak ingin menyia-nyiakan hidupnya begitu saja, Ramadhan berkeinginan untuk mengunjungi dua kota suci di Mekah dan Madinah. Akhirnya ia diberi kesempatan untuk melakukan perjalanan umrah.

Sayangnya, kabar buruk terjadi. Ramadhan meninggal di Madinah pada hari Sabtu, sekitar 11.20 pagi waktu setempat. Dia menghembuskan nafas terakhira di sebuah rumah sakit di Madinah pada sore hari karena pendarahan.

Kabar itu dibenarkan oleh kakak Ramadhan, Luqman Hakim (32). Menurut Lukman, ibunya, Saibah Yaacub (57), yang mendampingi Ramadhan mengerjakan umrah menghubunginya dan memberi tahu bahwa adiknya mengalami pendarahan sekitar pukul 14.00, sehari sebelum meninggal.

Keluarga Muhammad Ramdhan menjelaskan, keluarga sangat sedih ketika mendengar berita kakaknya wafat. Namun pada saat yang sama mereka juga senang karena Ramadhan meninggal dunia di kota yang diberkati Madinah yang disampaikan Maryam, Adik Muhammad Ramadhan kepada Malaysia The Star.

Pada saat yang sama, pemerintah Malaysia, Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak, melalui Biro Kebajikan UMNO Malaysia (BKUM) bersedia turut membiayai kebutuhan mereka selama di Arab Saudi.

Subhanaallah, sungguh kisah kematian yang sangat mulia bisa dimakamkan di tempat suci di Madinah berkumpul dengan para pejuang islam di sana.

Sumber : islampos.com

Read More
ka'bah_tempo_dulu

Ternyata, Ka’bah Merupakan Tempat Ibadah Pertama Di Dunia

Sesungguhnya, rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia ialah Baitullah di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim. Barang siapa memasukinya menjadi amanlah dia. Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah. Yaitu, (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), sesungguhnya Allah Maha Kaya dari semesta alam. ( QS Ali Imran: 96-97)
 
Umat Islam di seluruh dunia pasti mengenal Ka’bah, rumah Allah (Bayt Allah) yang menjadi kiblat umat Islam di seluruh jagat raya ini. Ka’bah atau Bayt Atiq dibangun oleh Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS. Dan, Bayt Allah ini merupakan tempat ibadah yang pertama kali dibangun di atas dunia.
Dalam menafsirkan surah Ali Imran ayat 96, Al-Qurthubi, seorang ahli tafsir, mengatakan bahwa orang yang pertama kali membangun Baitullah adalah Nabi Adam AS.
Ali bin Abi Thalib menyatakan, ”Allah SWT memerintahkan para malaikat-Nya untuk membangun Baitullah di muka bumi dan melaksanakan tawaf di sana. Peristiwa tersebut terjadi sebelum Adam diturunkan ke bumi. Setelah turun, Adam menyempurnakan bangunannya dan bertawaf di sana dan juga para nabi setelahnya. Kemudian, pembangunan Baitullah tersebut dilaksanakan kembali dan disempurnakan oleh Nabi Ibrahim AS bersama putranya, Ismail.”
Penjelasan ini berdasarkan keterangan Alquran surah Albaqarah (2) ayat 127 dan surah Alhajj (22) ayat 26. ”Dan, ingatlah ketika Ibrahim meninggikan fondasi Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), ‘Ya, Rabb kami, terimalah (amal) dari kami. Sesungguhnya, Engkaulah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS Albaqarah: 127).
Dari keterangan ini, jelaslah bahwa yang pertama kali membangun Ka’bah adalah Nabi Adam AS. Dan, yang menyempurnakan pembangunan Ka’bah dengan memasang atau meninggikan fondasinya adalah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
Para ulama salaf mengatakan bahwa di setiap tingkat langit terdapat sebuah rumah. Penduduk langit tersebut beribadah kepada Allah di rumah tersebut. Oleh karena itulah, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim AS membuat bangunan seperti itu pula di muka bumi.
Pembangunan Ka’bah di lokasi yang ada saat ini berawal ketika Siti Hajar (ibunda Ismail) bolak-balik mencari air dari Bukti Safa ke Bukit Marwah sebanyak tujuh kali. Peristiwa ini kemudian diabadikan menjadi salah satu rukun haji.
 
Sementara itu, Ismail yang masih bayi terus-menerus menangis karena kehausan. Saat menemui Ismail inilah, Hajar melihat air berada di bawah tungkai kaki Ismail. Ada yang menyebutkan, munculnya air itu disebabkan entakan kaki Ismail dan ada pula yang menyebutkan karena perantara Jibril.
 
Ada pula pendapat yang menyatakan bahwa diperintahkannya Nabi Ibrahim AS untuk membangun kembali Ka’bah itu disebabkan sebelumnya tempat tersebut terjadi banjir besar. Sehingga, Ibrahim diperintahkan untuk meninggikan fondasinya.
Sebagaimana dikatakan Al-Azraqi dalam Tarikh Makkah, ”Setelah peristiwa banjir besar, lokasi Ka’bah dulu telah hilang. Lokasi tersebut berbentuk bukit kecil berwarna merah yang tidak terjangkau aliran air. Saat itu, manusia hanya tahu bahwa di sana ada tempat yang sangat bernilai tanpa mengetahui lokasinya secara pasti. Dari seluruh penjuru dunia, mereka yang dizalimi, menderita, dan butuh perlindungan datang ke tempat ini untuk berdoa.
Doa mereka pun dikabulkan. Manusia pun mengunjunginya hingga Allah memerintahkan Ibrahim untuk membangun Ka’bah kembali. Sejak Nabi Adam AS diturunkan ke bumi, Baitullah selalu menjadi tempat yang dimuliakan dan diperbaiki terus-menerus oleh setiap agama dan umat dari satu generasi ke generasi lainnya. Tempat ini juga senantiasa dikunjungi Malaikat sebelum Adam turun ke bumi.”
Pembangunan itu dilakukan Ibrahim dan Ismail. Ismail yang mengangkat batunya dan Ibrahim yang memasangnya. Dan, setelah sekian lama, karena bangunan semakin tinggi, Nabi Ibrahim AS tidak mampu lagi menjangkau tempat tertinggi untuk memasang batu-batu tersebut. Dan, Ismail kemudian membawakan sebuah batu untuk menjadi pijakan bagi Nabi Ibrahim. Batu inilah yang akhirnya disebut sebagai maqam Ibrahim.
Mereka pun terus bekerja sembari mengucapkan doa, ”Wahai, Rabb kami, terimalah dari kami (amalan kami), Sesungguhnya, Engkaulah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Setelah selesai, Allah kemudian memerintahkan Ibrahim untuk berseru kepada seluruh umat manusia agar mengerjakan haji. Penjelasan ini terdapat dalam surah Alhajj ayat 27-29.
Sumber : saharakafila.com
Read More
masjidil-haram

Untuk Melindungi Jama’ah Haji dan Umrah, Pemerintah Saudi Keluarkan Peraturan.

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengeluarkan peraturan baru untuk melindungi hak jamaah haji dan umrah. Peraturan meliputi tindakan tegas terhadap perusahaan penyedia layanan haji dan umrah yang gagal memberikan layanan seperti yang telah diatur.

Melalui pernyataan kementerian itu, hukuman denda, tergantung dari tugas selama satu musim atau lebih atau izin dicabut akan dikenakan terhadap perusahaan yang terlibat. Menurut kementerian itu lagi, aturan baru ini adalah untuk memastikan hak jama’ah haji dan umrah dijaga melalui kontrak layanan yang disepakati seperti akomodasi, makanan dan transportasi.

“Sebuah perusahaan jasa Umrah dan Haji yang menyediakan layanan dibawah standar akan dijatuhi hukuman, mulai dari didenda, skorsing atau lebih dan/atau lisensinya dicabut,” kata kementerian itu, seperti dilansir Al Arabiya pada Ahad (08/01).

Kementerian juga mengatakan, jamaah umrah layak mendapatkan kenyamanan dan perlindungan keamanan ketika menunaikan ibadah, selain fasilitas transportasi, pengiriman bagasi jadwal dan bantuan konfirmasi tiket penerbangan.

Bagi jemaah haji, selain berhak atas perlindungan keamanan dan kenyamanan ketika menunaikan ibadah, mereka juga berhak terhadap penegakan penuh kontrak yang disepakati dengan perusahaan penyedia layanan.

Sumber : hidayatullah.com

Read More
Kembara-Berbasikal-Ke-Makkah

Menggunakan Sepeda Ontel, Pasutri Asal Negeri Jiran Ini Beribadah Umroh

Pasangan suami isteri Melayu kompak melakukan perjalanan menunaikan ibadah umrah dengan mengayuh sepeda pancal, bakal mencapai hajat mereka segera setelah mengembara sembilan bulan lamanya.

Warga Malaysia, Ahmad Mohd Isa (27 tahun) dan istrinya Noradilah Mohd Sapie (28 tahun)– memilih untuk mengayuh kendaraan roda dua ke tanah suci.

Sebelumnya, pasangan itu dilaporkan nekat menantang kemampuan mereka melakukan ekspedisi bersepeda bertajuk ‘Kembara Memburu Hikmah’ (KMH), dengan mengayuh sepeda dari Malaysia ke Makkah sejauh 17.000 kilometer.

Setelah bertolak dari Malaysia, mereka harus melintasi 13 negara lain dalam waktu hamper setahun, yaitu; Thailand, Myanmar, India, Nepal, Pakistan, China, Kyrgyzstan, Kazakhstan, Uzbekistan, Afghanistan, Iran, UEA, sebelum akhirnya menjejakkan kaki ke Arab Saudi sebagai negara ke-13.

Dalam wawancara melalui kiriman email dengan Mediacorp Singapura, pasangan itu mengatakan bahwa mereka kini sudah berada di Afghanistan, negara ke-11 dari 12 negara yang harus dilalui. Ini berarti tinggal lagi 1 negara harus direntasi sebelum tiba di Arab Saudi.

“Alhamdulillah, selama 27 hari kami di Uzbekistan yaitu dari 11 Desember 2016 hingga 6 Januari 2017, sekarang kami sudah berada di Afghanistan. Insya Allah, sesuai rencana kami, perjalanan berikutnya (sesuai urutan) adalah Iran, Emirat Arab dan Arab Saudi, “kata mereka dikutip Mediacorp, Rabu (11/01/2017).

Menurut Ahmad dan Noradilah, tantangan besar yang mereka lalui sepanjang petualangan itu adalah masalah komunikasi dengan masyarakat di suatu negara.

“Bahasa yang mereka tuturkan seperti Urdu, Uighur, Persia dan bahasa lokal lainnya tidak dapat diterjemahkan menggunakan setiap aplikasi di internet.

“Mereka pula sebagian besar tidak memahami bahasa Inggris atau Arab. Maka ini menyulitkan komunikasi antara kami untuk saling bertukar pandangan, “ujar pasangan itu memberitahu.

Bersepeda di Musim Salju

Sungguhpun begitu, pengalaman yang diraih ada juga yang memberi kesan mendalam kepada pasangan yang memang ‘kaki sepeda’ dan membesar dengan bersepeda dari zaman sekolah sampai universitas.

Di halaman Facebook KMH, pasangan itu berbagi “pengalaman hebat” ketika bersepeda di musim salju di Kazakhstan – dengan mengupload video – karena itulah kali pertama mereka bergelimang dengan salju!

Ternyata tidak mudah karena mereka beberapa kali tergelincir. Namun menurut pasangan berkenaan itu “membuat hati mereka semakin kental untuk melanjutkan perjalanan”.

Basikal-ke-Makkah

Makanan tak Terputus

Selain itu layanan baik yang diterima cukup membuat mereka tersentuh.

“Berbagai bentuk layanan dan bantuan yang di luar harapan kami terima dari insan-insan berhati mulia sepanjang perjalanan ini dan semuanya membuat kami tersentuh.

“Sejak memasuki negara-negara ‘STAN’ (Pakistan, Kyrgyzstan, Kazakhstan, Uzbekistan, Afghanistan, Kazakhstan), rezeki dalam bentuk makanan tidak putus-putus. Kami tidak sempat untuk merasa lapar.  Setiap kali diundang makan, makanan penuh terhidang atas meja, “ kata mereka, menjelaskan adat budaya warga yang memanjakan para tamu dengan berbagai jenis hidangan.

“Semoga Allah merahmati hidup mereka yang memberikan bantuan, dukungan dan mendoakan kami apakah kami tahu atau tidak. Setiap kebaikan itu ada balasan dan rahmat di sisiNya.”

Sujud Syukur depan Ka’bah

Setelah sekitar sembilan bulan perjalanan mereka, yaitu sejak April 2016, kini Noradilah dan suaminya semakin hampir ke tujuan utama, yang diidam-idamkan setelah sekian lama.

Kedatangan mereka di Makkah nanti pasti menjadi satu momen bersejarah dalam hidup mereka dan tidak ada tandingannya. Setelah menjejakkan kaki di Makkah, hal pertama yang ingin dilakukan adalah “bersujud syukur di hadapan Ka’bah”.

Ahmad dan Noradilah berharap berada di Makkah menunaikan umrah selama dua minggu sebelum pulang ke pangkuan keluarga tercinta di Malaysia.

“Kami rindu sekali menginjakkan kaki ke tanah air sendiri setelah ke tanah suci Makkah dan Madinah. Selain itu kami juga rindu ingin mendekap kedua orang tua kami yang tidak putus-putus mendoakan perjalanan kami agar selalu lancar dan aman, ” ujarnya.

Selain melakukan misi kemanusiaan di setiap negara yang dijelajah, pasangan suami istri itu turut membawa tantangan merekam data terkait sejarah, budaya dan kehidupan masyarakat Islam.

Sumber : hidayatullah.com

Read More
kunjungan-raja-salman

Kedatangan Raja Salman, Kuota Haji Indonesia Bertambah? Ini Kata Menag

kedatangan Raja Salman ke Indonesia membuka harapan sejumlah pihak bagi penambahan kuota jamaah haji Indonesia. Hal ini mengingat antrian haji di Indonesia yang sangat panjang, rata-rata lebih dari 17 tahun.

Selain kuota haji tahun ini yang kembali normal (211 ribu), Indonesia sendiri telah mendapatkan tambahan kuota sebanyak 10 ribu jamaah. Untuk itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengajak, masyarakat untuk menikmati terlebih dahulu tambahan kuota yang telah diberikan.

“Jangan tambahan kuota yang diberikan Pemerintah Saudi belum kita nikmati, kita sudah minta tambahan lagi. Kita pun tentu harus menenggang negara-negara lainnya karena tidak ada satupun negara yang mendapatkan tambahan kuota,” ujar Lukman, Selasa (28/02).

Menurutnya, problem penyelenggaraan haji bukan terkait tambahan kuota, tapi daya tampung dua kota suci di Saudi Arabia (Makkah dan Madinah), termasuk Arafah-Mina, yang sangat terbatas. “Kita harus punya pemahaman, persoalannya bukan tambahan kuota yang harus kita tuntut. Tapi bagaimana penyiapan sarana dan prasarana, fasilitas umum di sana sehingga jumlah jamaah haji yang banyak itu justru tidak menimbulkan ancaman selama mereka di sana,” ucap Lukman.

Sehubungan itu, Menag mengaku, akan terus mengusulkan peningkatan sarana prasarana dan fasilitas umum perhajian, khususnya di Arafah dan Mina. Kata Menag, puncak haji ada di Arafah dan juga di Mina, sementara kedua tempat tersebut wilayahnya terbatas, tidak bisa begitu saja diperluas karena ada ketentuan keagamaan.

“Inilah yang harus kita siasati dengan bagaimana fasilitas bisa ditingkatkan, tidak melebar tapi ke atas. Ini memerlukan kecermatan dan perencanaan yang matang,” ujarnya.

Meski demikian, bukan berarti Kementerian Agama akan menutup mata terhadap peluang adanya penambahan kuota. Menag mengatakan, bahwa pihaknya sedang terus memperjuangkan agar kuota yang tidak optimal terserap di beberapa negara itu bisa dimanfaatkan Indonesia. Sebab, lazim di setiap penyelenggaraan ibadah haji, ada beberapa negara yang kuotanya tidak terpakai seluruhnya.

Sumber : saharakafila.com

Read More
suntik-vaksin-meningitis

Pentingnya Suntik Vaksin Maningitis Untuk Jamaah Haji dan Umrah (Tausyiah)

Ketika akan berangkat haji dan umroh maka syarat yang harus penuhi oleh jamaah adalah harus mendapatkan suntik vaksin meningitis dan ini sudah menjadi ketentuan dari pemerintah Arab Saudi sejak tahun 2002. Kementerian Kerajaan Arab Saudi telah menjadikannya syarat pokok dalam pemberian visa bagi negara yang mengirimkan jamah haji dan umroh bahkan TKI/TKW yang akan masuk ke Saudi pun tidak luput dari kebijaksanaan ini.

Vaksin meningitis meningokokus Menveo ACW 135Y yang telah mendapatkan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) dan dinyatakan halal berdasarkan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Imunisasi meningitis merupakan persyaratan wajib untuk mendapatan visa sesuai ketentuan yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi bagi semua calon jamaah haji dan umroh. Untuk efektivitas vaksin, imunisasi diberikan sekurang-kurangnya dua minggu sebelum keberangkatan. Tujuan imunisasi adalah untuk melindungi jamaah dari penularan penyakit meningitis selama 3 tahun.

Fakta tentang penyakit meningitis

Meningitis adalah penyakit radang selaput otak. Penyakit yang terjadi pada meningis, yaitu selaput (membran) yang melapisi otak dan syaraf tunjang. Meningitis dapat disebabkan berbagai organisme seperti virus, bakteri, ataupun jamur yang menyebar masuk ke dalam darah dan berpindah ke dalam cairan otak.  Ketika beribadah di tanah suci kita akan berkumpul dengan orang-orang dari semua negara termasuk jamaah yang menjadi endemik penyakit meningitis seperti Amerika Serikat, Afrika yang terbentang dari Senegal di barat ke Ethiopia di timur ( negara ini ditinggali kurang lebih 300 juta manusia) , dan Australia merupakan daerah yang termasuk endemik meningitis (sumber http://travelling.bisnis.com/read/20130423/85/10445/endemik-meningitis-hati-hati-melancong-ke-afsel-as-australia).

Penyakit meningitis bahkan sempat mewabah di Amerika Serikat gara-gara sebuah perusahaan farmasi di Massachusetts yang obat-obatannya telah teridentifikasi tercemar. Akibat dari penyakit ini adalah dapat menyebabkan kerusakan otak, hilangnya pendengaran, dan gangguan belajar. Jumlah korban meningitis di Amerika tercatat mencapai total 254 orang, dengan 20 di antaranya meninggal dunia. Dari fakta di atas, tidak aneh bila Pemerintah Arab Saudi mewajibkan suntik vaksin meningitis bagi jamaah haji dan umroh yang akan beribadah di tanah suci.

Pemberian vaksin ini akan mempunyai masa kekebalan selama 2 tahun sehingga bila tahun depan akan melaksanakan umroh lagi tidak perlu melakukan suntik vaksin meningitis. Biaya untuk mendapatkan  vaksin ini adalah sekitar 400.000-500.000. Biasanya pelaksanaannya oleh biro umroh akan dilakukan bersamaan waktunya dengan manasik umroh.

Persyaratan Vaksin Meningitis.

Persyaratan yang harus dilengkapi untuk mendapatkan vaksin meningitis beserta buku ICV adalah :

  • Nama sesuai paspor dan No paspor.
  • Fotokopi paspor 1 (satu) lembar.
  • Pas photo, ukuran 4×6 sebanyak 1 lembar.

Tips terbaik untuk mendapatkan Vaksinasi Meningitis.

Kekebalan vaksin baru terjadi dalam 2 minggu dengan masa kekebalan 2 tahun, maka sebaiknya waktu penyuntikan dan keberangkatan disarankan kurang lebih 2 minggu sebelum masa keberangkatan haji / umroh. Vaksinasi meningitis berlaku selama 2 (dua) tahun, apabila jamaah yang sudah pernah melaksanakan umroh/haji dan sudah pernah divaksin maka tidak perlu dilakukan penyuntikan kembali.

Penularan dan Pencegahan Meningitis.

Meningitis adalah hasil dari infeksi yang menjalar. Bakteri atau virus yang menyebabkan meningitis bisa tersebar melalui batuk, bersin, ciuman, atau berbagi peralatan. Beberapa langkah awal untuk mencegah terjangkit meningitis adalah:

  • Mencuci tangan.
  • Membiasakan Gaya Hidup higienis.
  • Pola hidup sehat.
  • Menutup mulut saat bersin atau batuk.

Jadi, sebelum jamaah menginjakan kaki di tanah suci, syarat disuntik vaksin meningitis wajib hukumnya, sesuai dengan ketentuan dari pemerintah Arab Saudi.

Sumber : naapaketumroh.com

Read More
jamaah-berdoa

Bacaan Talbiyah Untuk Para Calon Tamu Allah SWT, Jangan Sampai Terputus.

Ketika melaksanakan ibadah haji atau umrah diperjalanan kita dianjurkan untuk banyak membaca bacaan Talbiyah. Jika ditanya kenapa harus seperti itu? Jawabannya karena tentu saja ini ada hubungannya dengan sejarah haji dan umrah itu sendiri. Ketika selesai membangun Ka’bah maka Allah SWT memerintahkan nabi Ibrahim untuk memanggil seluruh umat manusia untuk menunaikan ibadah haji dan umrah sebagaimana yang tercantum dalam Alquran:

QSAlHajj27

Dalam sebuah hadist disebutkan bahwa seruan nabi Ibrahim tersebut didengar oleh semua orang dan semuanya mengucapkan Labbaik yang artinya aku datang dan Labbaik inilah yang diucapkan oleh jamaah haji dan umrah yang terkenal dengan sebutan talbiyah haji dan umrah.

talbiyyah_1

Artinya:

Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah SWT, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu tidak ada sekutu bagi-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji nikmat, dan segenap kekusaan adalah Milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu.

Orang yang ditakdirkan oleh Allah SWT untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah ketika mendengar seruan itu akan menjawabnya dengan ucapan Labbaik. Hadist lain menyebutkan barangsiapa mengucapkan Labbaik pada waktu itu baik ia sudah lahir ke alam dunia atau masih di alam arwah, ia pasti akan menunaikan ibadah haji.

Disebutkan  dalam hadist lain, barang siapa yang mengucapkannya Labbaik satu kali maka ia akan dapat berhaji satu kali, yang mengucapkannya dua kali maka ia kan dapat menunaikan haji dua kali dan begitu seterusnya  yaitu seberapa banyak orang itu mengucapkan Labbaik maka sebanyak itulah ia akan dapat menunaikan ibadah haji dan umrah.

Semoga jiwa-jiwa kita termasuk orang yang berulangkali mengucapkan Labbaik. Amien ya rabbal alamien.

Sumber : tatacaraumroh.net

Read More
Perjuangan Penuh Haru Suami Istri Pedagang Bakso Dan Es Kelapa Muda Yang Bisa Tunaikan Umroh

Penjual Es dan Bakso Ini Akhirnya Menjadi Tamu Allah SWT di Baitullah

Pasangan suami istri/Pasutri Riski (50) dan Fatima (40) bersyukur cita-citanya melaksanakan ibadah umrah telah tercapai. Pasangan tersebut melaksanakan ibadah itu dengan ongkos hasil dari berjualan es degan dan bakso yang telah mereka jalani selama 15 tahun.

Pasutri itu berangkat umrah dari Jember. Menurut Riski, ibadah tersebut ditempuh selama 20 hari, di Madinah 5 hari dan di Mekkah selama 15 hari.

Dikutip dari NUonline, riski mengatakan bahwa “Saya tidak punya gaji bulanan, bukan pegawai negeri. Tidak punya juga apa yang mau dijual. Jadi, hasil jualan ini saya tabung untuk ongkos keberangkatannya ke tanah suci,” ujar pria lulusan SMP itu di tempat ia bekerja sehari-hari, sebuah warung di pinggir jalan di Desa Lojejer, Selasa (10/1).

Bapak dua anak ini menambahkan, awalnya ia mempunyai uang 5 juta untuk membuka tabungan dia dan istrinya.

“Saya buka rekening di bank. Saya menabung tidak setiap hari. Saya kumpulkan dulu selama beberapa hari. Empat hari atau lima hari, saya tabungkan ke bank BRI Cabang Tenggarang dekat pasar itu sebesar 500 ribu atau 700 ribu itu untuk dua orang,” tuturnya.

Warga Desa Kajar Rt 4 Rw 1 Kecamatan Tenggarang itu mengaku menjual satu es degan seharga 6 ribu rupiah. Sementara bakso per mangkok 5 ribu rupiah.

Ketika musim panas, lanjutnya, es degan laris manis. Sehari ia bisa menjual 100 -125 butir dengan harga sama, 6 ribu. Sementara ia membeli kelapa tersebut seharga 2 ribu per butir.

“Semua itu niat hati, insyaallah bisa berangkat. Ini buktinya saya bisa berangkat umrah,” ucapnya.

Sumber : nu.or.id

Read More