muhammad-ramadhan-penderita-leukemia-umrah-hingga-meninggal

Pria Ini Diberi Kesempataan Oleh Allah SWT, Walau Hanya Sesaat.

Pria asal Malaysia meninggal dunia di Madinah setelah melakukan perjalanan umrah. Dia adalah Muhammad Ramadhan. Pria ini ternyata sudah lama derita penyakit leukemia, dan sebelum umrah ia sudah diberitahu dokter bahwa kesempatan hidupnya tinggal beberapa hari lagi.

Tak ingin menyia-nyiakan hidupnya begitu saja, Ramadhan berkeinginan untuk mengunjungi dua kota suci di Mekah dan Madinah. Akhirnya ia diberi kesempatan untuk melakukan perjalanan umrah.

Sayangnya, kabar buruk terjadi. Ramadhan meninggal di Madinah pada hari Sabtu, sekitar 11.20 pagi waktu setempat. Dia menghembuskan nafas terakhira di sebuah rumah sakit di Madinah pada sore hari karena pendarahan.

Kabar itu dibenarkan oleh kakak Ramadhan, Luqman Hakim (32). Menurut Lukman, ibunya, Saibah Yaacub (57), yang mendampingi Ramadhan mengerjakan umrah menghubunginya dan memberi tahu bahwa adiknya mengalami pendarahan sekitar pukul 14.00, sehari sebelum meninggal.

Keluarga Muhammad Ramdhan menjelaskan, keluarga sangat sedih ketika mendengar berita kakaknya wafat. Namun pada saat yang sama mereka juga senang karena Ramadhan meninggal dunia di kota yang diberkati Madinah yang disampaikan Maryam, Adik Muhammad Ramadhan kepada Malaysia The Star.

Pada saat yang sama, pemerintah Malaysia, Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak, melalui Biro Kebajikan UMNO Malaysia (BKUM) bersedia turut membiayai kebutuhan mereka selama di Arab Saudi.

Subhanaallah, sungguh kisah kematian yang sangat mulia bisa dimakamkan di tempat suci di Madinah berkumpul dengan para pejuang islam di sana.

Sumber : islampos.com

Read More
ka'bah_tempo_dulu

Ternyata, Ka’bah Merupakan Tempat Ibadah Pertama Di Dunia

Sesungguhnya, rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia ialah Baitullah di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim. Barang siapa memasukinya menjadi amanlah dia. Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah. Yaitu, (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), sesungguhnya Allah Maha Kaya dari semesta alam. ( QS Ali Imran: 96-97)
 
Umat Islam di seluruh dunia pasti mengenal Ka’bah, rumah Allah (Bayt Allah) yang menjadi kiblat umat Islam di seluruh jagat raya ini. Ka’bah atau Bayt Atiq dibangun oleh Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS. Dan, Bayt Allah ini merupakan tempat ibadah yang pertama kali dibangun di atas dunia.
Dalam menafsirkan surah Ali Imran ayat 96, Al-Qurthubi, seorang ahli tafsir, mengatakan bahwa orang yang pertama kali membangun Baitullah adalah Nabi Adam AS.
Ali bin Abi Thalib menyatakan, ”Allah SWT memerintahkan para malaikat-Nya untuk membangun Baitullah di muka bumi dan melaksanakan tawaf di sana. Peristiwa tersebut terjadi sebelum Adam diturunkan ke bumi. Setelah turun, Adam menyempurnakan bangunannya dan bertawaf di sana dan juga para nabi setelahnya. Kemudian, pembangunan Baitullah tersebut dilaksanakan kembali dan disempurnakan oleh Nabi Ibrahim AS bersama putranya, Ismail.”
Penjelasan ini berdasarkan keterangan Alquran surah Albaqarah (2) ayat 127 dan surah Alhajj (22) ayat 26. ”Dan, ingatlah ketika Ibrahim meninggikan fondasi Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), ‘Ya, Rabb kami, terimalah (amal) dari kami. Sesungguhnya, Engkaulah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS Albaqarah: 127).
Dari keterangan ini, jelaslah bahwa yang pertama kali membangun Ka’bah adalah Nabi Adam AS. Dan, yang menyempurnakan pembangunan Ka’bah dengan memasang atau meninggikan fondasinya adalah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
Para ulama salaf mengatakan bahwa di setiap tingkat langit terdapat sebuah rumah. Penduduk langit tersebut beribadah kepada Allah di rumah tersebut. Oleh karena itulah, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim AS membuat bangunan seperti itu pula di muka bumi.
Pembangunan Ka’bah di lokasi yang ada saat ini berawal ketika Siti Hajar (ibunda Ismail) bolak-balik mencari air dari Bukti Safa ke Bukit Marwah sebanyak tujuh kali. Peristiwa ini kemudian diabadikan menjadi salah satu rukun haji.
 
Sementara itu, Ismail yang masih bayi terus-menerus menangis karena kehausan. Saat menemui Ismail inilah, Hajar melihat air berada di bawah tungkai kaki Ismail. Ada yang menyebutkan, munculnya air itu disebabkan entakan kaki Ismail dan ada pula yang menyebutkan karena perantara Jibril.
 
Ada pula pendapat yang menyatakan bahwa diperintahkannya Nabi Ibrahim AS untuk membangun kembali Ka’bah itu disebabkan sebelumnya tempat tersebut terjadi banjir besar. Sehingga, Ibrahim diperintahkan untuk meninggikan fondasinya.
Sebagaimana dikatakan Al-Azraqi dalam Tarikh Makkah, ”Setelah peristiwa banjir besar, lokasi Ka’bah dulu telah hilang. Lokasi tersebut berbentuk bukit kecil berwarna merah yang tidak terjangkau aliran air. Saat itu, manusia hanya tahu bahwa di sana ada tempat yang sangat bernilai tanpa mengetahui lokasinya secara pasti. Dari seluruh penjuru dunia, mereka yang dizalimi, menderita, dan butuh perlindungan datang ke tempat ini untuk berdoa.
Doa mereka pun dikabulkan. Manusia pun mengunjunginya hingga Allah memerintahkan Ibrahim untuk membangun Ka’bah kembali. Sejak Nabi Adam AS diturunkan ke bumi, Baitullah selalu menjadi tempat yang dimuliakan dan diperbaiki terus-menerus oleh setiap agama dan umat dari satu generasi ke generasi lainnya. Tempat ini juga senantiasa dikunjungi Malaikat sebelum Adam turun ke bumi.”
Pembangunan itu dilakukan Ibrahim dan Ismail. Ismail yang mengangkat batunya dan Ibrahim yang memasangnya. Dan, setelah sekian lama, karena bangunan semakin tinggi, Nabi Ibrahim AS tidak mampu lagi menjangkau tempat tertinggi untuk memasang batu-batu tersebut. Dan, Ismail kemudian membawakan sebuah batu untuk menjadi pijakan bagi Nabi Ibrahim. Batu inilah yang akhirnya disebut sebagai maqam Ibrahim.
Mereka pun terus bekerja sembari mengucapkan doa, ”Wahai, Rabb kami, terimalah dari kami (amalan kami), Sesungguhnya, Engkaulah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Setelah selesai, Allah kemudian memerintahkan Ibrahim untuk berseru kepada seluruh umat manusia agar mengerjakan haji. Penjelasan ini terdapat dalam surah Alhajj ayat 27-29.
Sumber : saharakafila.com
Read More
masjidil-haram

Untuk Melindungi Jama’ah Haji dan Umrah, Pemerintah Saudi Keluarkan Peraturan.

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengeluarkan peraturan baru untuk melindungi hak jamaah haji dan umrah. Peraturan meliputi tindakan tegas terhadap perusahaan penyedia layanan haji dan umrah yang gagal memberikan layanan seperti yang telah diatur.

Melalui pernyataan kementerian itu, hukuman denda, tergantung dari tugas selama satu musim atau lebih atau izin dicabut akan dikenakan terhadap perusahaan yang terlibat. Menurut kementerian itu lagi, aturan baru ini adalah untuk memastikan hak jama’ah haji dan umrah dijaga melalui kontrak layanan yang disepakati seperti akomodasi, makanan dan transportasi.

“Sebuah perusahaan jasa Umrah dan Haji yang menyediakan layanan dibawah standar akan dijatuhi hukuman, mulai dari didenda, skorsing atau lebih dan/atau lisensinya dicabut,” kata kementerian itu, seperti dilansir Al Arabiya pada Ahad (08/01).

Kementerian juga mengatakan, jamaah umrah layak mendapatkan kenyamanan dan perlindungan keamanan ketika menunaikan ibadah, selain fasilitas transportasi, pengiriman bagasi jadwal dan bantuan konfirmasi tiket penerbangan.

Bagi jemaah haji, selain berhak atas perlindungan keamanan dan kenyamanan ketika menunaikan ibadah, mereka juga berhak terhadap penegakan penuh kontrak yang disepakati dengan perusahaan penyedia layanan.

Sumber : hidayatullah.com

Read More
kunjungan-raja-salman

Kedatangan Raja Salman, Kuota Haji Indonesia Bertambah? Ini Kata Menag

kedatangan Raja Salman ke Indonesia membuka harapan sejumlah pihak bagi penambahan kuota jamaah haji Indonesia. Hal ini mengingat antrian haji di Indonesia yang sangat panjang, rata-rata lebih dari 17 tahun.

Selain kuota haji tahun ini yang kembali normal (211 ribu), Indonesia sendiri telah mendapatkan tambahan kuota sebanyak 10 ribu jamaah. Untuk itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengajak, masyarakat untuk menikmati terlebih dahulu tambahan kuota yang telah diberikan.

“Jangan tambahan kuota yang diberikan Pemerintah Saudi belum kita nikmati, kita sudah minta tambahan lagi. Kita pun tentu harus menenggang negara-negara lainnya karena tidak ada satupun negara yang mendapatkan tambahan kuota,” ujar Lukman, Selasa (28/02).

Menurutnya, problem penyelenggaraan haji bukan terkait tambahan kuota, tapi daya tampung dua kota suci di Saudi Arabia (Makkah dan Madinah), termasuk Arafah-Mina, yang sangat terbatas. “Kita harus punya pemahaman, persoalannya bukan tambahan kuota yang harus kita tuntut. Tapi bagaimana penyiapan sarana dan prasarana, fasilitas umum di sana sehingga jumlah jamaah haji yang banyak itu justru tidak menimbulkan ancaman selama mereka di sana,” ucap Lukman.

Sehubungan itu, Menag mengaku, akan terus mengusulkan peningkatan sarana prasarana dan fasilitas umum perhajian, khususnya di Arafah dan Mina. Kata Menag, puncak haji ada di Arafah dan juga di Mina, sementara kedua tempat tersebut wilayahnya terbatas, tidak bisa begitu saja diperluas karena ada ketentuan keagamaan.

“Inilah yang harus kita siasati dengan bagaimana fasilitas bisa ditingkatkan, tidak melebar tapi ke atas. Ini memerlukan kecermatan dan perencanaan yang matang,” ujarnya.

Meski demikian, bukan berarti Kementerian Agama akan menutup mata terhadap peluang adanya penambahan kuota. Menag mengatakan, bahwa pihaknya sedang terus memperjuangkan agar kuota yang tidak optimal terserap di beberapa negara itu bisa dimanfaatkan Indonesia. Sebab, lazim di setiap penyelenggaraan ibadah haji, ada beberapa negara yang kuotanya tidak terpakai seluruhnya.

Sumber : saharakafila.com

Read More
jamaah-berdoa

Bacaan Talbiyah Untuk Para Calon Tamu Allah SWT, Jangan Sampai Terputus.

Ketika melaksanakan ibadah haji atau umrah diperjalanan kita dianjurkan untuk banyak membaca bacaan Talbiyah. Jika ditanya kenapa harus seperti itu? Jawabannya karena tentu saja ini ada hubungannya dengan sejarah haji dan umrah itu sendiri. Ketika selesai membangun Ka’bah maka Allah SWT memerintahkan nabi Ibrahim untuk memanggil seluruh umat manusia untuk menunaikan ibadah haji dan umrah sebagaimana yang tercantum dalam Alquran:

QSAlHajj27

Dalam sebuah hadist disebutkan bahwa seruan nabi Ibrahim tersebut didengar oleh semua orang dan semuanya mengucapkan Labbaik yang artinya aku datang dan Labbaik inilah yang diucapkan oleh jamaah haji dan umrah yang terkenal dengan sebutan talbiyah haji dan umrah.

talbiyyah_1

Artinya:

Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah SWT, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu tidak ada sekutu bagi-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji nikmat, dan segenap kekusaan adalah Milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu.

Orang yang ditakdirkan oleh Allah SWT untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah ketika mendengar seruan itu akan menjawabnya dengan ucapan Labbaik. Hadist lain menyebutkan barangsiapa mengucapkan Labbaik pada waktu itu baik ia sudah lahir ke alam dunia atau masih di alam arwah, ia pasti akan menunaikan ibadah haji.

Disebutkan  dalam hadist lain, barang siapa yang mengucapkannya Labbaik satu kali maka ia akan dapat berhaji satu kali, yang mengucapkannya dua kali maka ia kan dapat menunaikan haji dua kali dan begitu seterusnya  yaitu seberapa banyak orang itu mengucapkan Labbaik maka sebanyak itulah ia akan dapat menunaikan ibadah haji dan umrah.

Semoga jiwa-jiwa kita termasuk orang yang berulangkali mengucapkan Labbaik. Amien ya rabbal alamien.

Sumber : tatacaraumroh.net

Read More
gonewsco_pdwq

Ketua DPR : Semoga Kunjungan Raja Salman dapat Tingkatkan Kuota Haji Indonesia

Ketua DPR RI, Setya Novanto, mengatakan kunjungan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud, diharapkan dapat menambah lagi kuota haji Indonesia sehingga dapat mengurangi daftar tunggu calon jamaah haji Indonesia yang sangat panjang. Raja Arab Saudi akan berkunjung ke Indonesia selama sepekan mulai 2 Maret mendatang.

”Kita harapkan kunjungan Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud dapat melihat kondisi riil di Indonesia, sehingga dapat meningkatkan lagi kuota haji Indonesia,” kata Setya Novanto usai menerima kunjungan Ketua Parlemen atau Ketua Majelis Syuro Arab Saudi, Syeikh Abdullah Bin Muhammad Bin Ibrahim Al-Syeikh, di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Kamis.

Pada kesempatan tersebut, Setya Novanto didampingi Wakil Ketua DPR RI, Agus Hermanto dan Fahri Hamzah, sedangkan Ketua Parlemen Arab Saudi didampingi beberapa anggota dan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia.

Menurut Novanto, Ketua Parlemen Arab Saudi mengatakan, Kerajaan Arab Saudi telah mengembalikan kuota haji Indonesia dari 158.000 jemaah menjadi 211.000 jemaah, mulai musim haji tahun 2017, setelah renovasi Masjidil Haram selesai. Bahkan, kata dia, Kerajaan Arab Saudi menambah kuota haji, sebanyak 10.000 jemaah, sehingga seluruhnya menjadi 221.000 jamaah.

“Kita harapkan Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud ke Indonesia dapat menambah lagi kuota haji Indonesia,” katanya.

Sumber : irham.co.id

Read More
15-bulan-diatas-masjid-nabawi

Ini Hal Menarik Dari Masjid Nabawi Yang Mesti Diketahui Oleh Jemaah

Salah satu tempat tercantik dan paling di sucikan umat muslim di kota Madinah saat para jamaah melakukan ibadah haji maupun ibadah umroh salah satunya ialah masjid Nabawi, banyak hal yang menakjubkan pada mesjid kedua yang di bangun oleh Rasulullah SAW.

Dari keindahan dan kecantikan bangunan ini, tersimpan hal-hal yang menarik yang tentunya belum semua jamaah mengetahuinya. Apa saja hal-hal yang tersembunyi dari masjid Nabawi ini :

  1. Unta Nabi Muhammad SAW

Sebelum menjadi masjid yang begitu besar seperti sekarang, dahulu Nabawi merupakan lahan kosong dengan sejumlah pohon kurma yang tumbuh di atasnya. Lokasi pembangunan masjid ini merupakan tempat pemberhentian pertama unta yang ditunggangi Rasulullah ketika tiba di Madinah.

2. Dialiri Listrik Pertama Kali di Jazirah Arab

Ketika Kerajaan Ottoman memperkenalkan listrik di Jazirah Arab, tempat pertama yang menikmati listrik merupakan Masjid Nabawi. Masjid ini mulai menyala sekitar tahun 1909.

3. Raudhah (Taman Surga)

Bersujud di Raudhah atau Taman Surga adalah impian bagi hampir setiap umat Muslim yang berkunjung ke Masjid Nabawi di Kota Madinah, Arab Saudi. Raudhah adalah sebuah ruangan yang terletak di antara mimbar Masjid Nabawi dengan makam (dahulu kamar tidur) Rasulullah Muhammad SAW. Sang Nabi sendiri yang menyebut ruangan seluas 22×15 meter itu sebagai taman surga dan meminta umatnya untuk berdoa sebanyak-banyaknya di tempat itu.

raudah

Kabarnya, laiknya berdoa di Multazam atau lokasi antara Hajar Aswad dan Pintu Kabah di Kabah, Makkah, di Raudhah semua doa yang tulus akan dikabulkan. “Antara mimbarku dan rumahku merupakan taman dari taman-taman syurga.” (HR. Al Bukhari & Muslim).

Selain untuk berdoa, bagi umat Islam era kini, Raudhah adalah jarak terdekat yang dapat dicapai untuk bersanding secara fisik dengan Sang Nabi karena tepat di balik bangunan persegi empat berwarna hijau dengan kaligrafi emas yang terletak di sebelah kiri saat mereka bersujud di Raudhah itulah makam Nabi Muhammad SAW.

4. Punya tiga mihrab

Mihrab merupakan bagian dari masjid yang dipakai imam untuk memimpin salat. Biasanya masjid mempunyai 1 mihrab saja, tapi tidak dengan Nabawi. Ada tiga mihrab di sana.

Satu mihrab yang kini digunakan sang imam pemimpin salat berjamaah. Mihrab lainnya adalah Suleymaniye yang dibangun atas perintah Sultan Suleyman untuk imam Hanafi memimpin solat. Sedangkan satu lagi adalah mihrab untuk imam Maliki yang dulunya sering ditempati Rasulullah untuk memimpin salat.

5. Banyak tanda rahasia

Ternyata, beberapa sisi Masjid Nabawi memiliki tanda rahasia. Beberapa pilar ditandai secara khusus untuk mengingatkan tempat itu di masa lalu adalah lokasi yang penting. Banyak jamaah yang tidak mengetahui hal ini.

Itu sebagian hal-hal yang menarik pada masjid Nabawi, namun ini baru sebagian kecil saja yang di ulas, masih banyak lagi hal-hal menarik pada masjid Nabawi. Semoga kita bisa berkunjung ke masjid yang di bangun oleh Rasulullah SAW tersebut.

Sumber : travel.detik.com

 

Read More
kabah-di-masjidil-haram-makkah-arab-saudi

Inilah Tempat-Tempat Di Baitullah Dimana Doa Kita Di Mustajab Oleh Allah SWT

Berhaji maupun umroh di tanah suci tentunya sangat di damba-dambakan oleh seluruh umat muslim maupun muslimah. Bagaimana tidak, sulit dan beratnya untuk beribadah yang satu ini membuat siapapun yang diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk menginjakan kakinya di tanah suci serta menyentuh Ka’bah dan mencium Hajar Aswad, kaum muslimin dan muslimah akan melakukan puji syukurnya kepada Allah SWT.

Nah, untuk melengkapi ibadah yang dijalankan tentunya ada doa-doa yang di panjatkan, untuk itu disini kami akan bagikan tempat-tempat untuk memanjatkan doa yang di ijabah atau mustajab oleh Allah SWT, diantaranya :

  1. Masjidil Haram

Area di sekitar Masjidil Haram adalah dianggap mustajab, yaitu doa-doa akan dikabulkan Allah. Namun ada beberapa bagian Masjidil Haram yang diutamakan. Yang pertama adalah Multazam, bagian dari Ka’bah, posisinya di antara pintu Ka’bah dan Hajar Aswad. Multazam paling jadi rebutan jamaah umrah dan haji usai tawaf untuk berdoa.

2. Maqam Ibrahim

Batu pijakan Nabi Ibrahim saat membangun Ka’bah. Pada batu ini terdapat bekas tapak kaki Nabi Ibrahim. Tempat di belakang Maqam Ibrahim adalah tempat dimana doa dikabulkan Allah. Jamaah umrah maupun haji salat dua rakaat di tempat ini seusai Tawaf mengelilingi Ka’bah.

maqam-ibrahim-1

3. Hijr Ismail 

Bentuk kontruksi setengah lingkaran di sebelah barat Ka’bah. Dalam sejarahnya, dahulu Siti Hajar dan putranya Nabi Ismail berlindung di tempat ini. Hijr Ismail juga dianggap bagian dari Ka’bah karena dahulu luas Ka’bah hingga batas Hijr Ismail. Namun, karena sifat kikir kaum Quraisy, Ka’bah pun dipugar menjadi lebih kecil. Oleh karena itu, Hijr Ismail dimasukkan dalam bagian Ka’bah.

4. Kawasan Masjid Nabawi

Masjid Nabawi di Madinah adalah masjid terpenting kedua bagi umat Islam setelah Masjidil Haram di Makkah. Kawasan ini pun dianggap mustajab, terutama di Raudhah. Tempat ini aslinya adalah halaman rumah Nabi Muhammad SAW. Para jamaah haji selalu berupaya keras berdesak-desakan agar bisa masuk dan berdoa di tempat ini. Tempat ini sudah dibuka 24 jam, untuk mengurangi kepadatan jamaah. Jamaah perempuan pun punya jadwal tertentu agar tidak bercampur dengan jamaah pria.

masjid-nabawi-di-madinah-arab-saudi

5. Melakukan Sa’i

Sa’i ialah berjalan sebanyak 7 kali putaran antara bukit Shafa dan Marwah. Prosesnya dilakukan setelah tawaf, dimulai dari bukit Shafa dan diakhiri di bukit Marwah. Tidak ada bacaan wajib. Namun disarankan berdoa sesuai kemampuan, dan beristigfar.

6. Arafah (saat wukuf),

Berlangsung dari dzuhur sampai terbenamnya matahari.

7. Di tempat atau setelah selesai melontar pada ketiga tempat melontar, yakni Ula, Wastha, dan Aqabah.

Di manapun di tanah suci, insyaAllah doa yang dipanjatkan semua akan didengarkan oleh Allah SWT. Namun, tempat-tempat di atas merupakan tempat yang akan di dengarkan dan diijabah oleh Allah SWT. Jadi bersegeralah untuk menunaikan ibadah Haji maupun Umroh bagi para jamaah yang sudah siap materi maupun fisik.

 

Read More
ka'bah_tempo_dulu

Melihat Ka’bah Lebih Dekat Pada Masa Lampau

Mobil diparkirkan di pinggir jalan setelah menempuh perjalanan 20 kilometeran dari Masjidil Haram. Udara Ahad pekan lalu sungguh terik. Setelah membuka pintu mobil, kami langsung berlari kecil menuju sebuah gedung megah yang berada dekat wilayah padang pasir Hudaibiyah. 

Kami dari tim Media Center Haji (MCH) siang itu mengunjungi Museum Arsitektur Dua Masjid Suci yang lebih dikenal dengan sebutan Museum Ka’bah. Mengunjungi museum ini selalu menjadi satu paket dengan ziarah ke peternakan unta di padang pasir Hudaibiyah dan masjid Hudaibiyah yang menjadi titik miqat bagi jamaah umrah.

Beberapa jamaah memilih melihat-lihat dahulu Museum Ka’bah sebelum bertandang ke peternakan unta sebelum akhirnya mengambil miqat di Masjid Hudaibiyah untuk melakukan umrah. Tapi, ada juga jamaah yang datang ke museum dalam kondisi sudah berpakaian ihram. ‘’Kami awalnya mau ke museum dulu. Tapi, berhubung penuh, kami baru ke sini setelah miqat dari Masjid Hudaibiyah,’’ kata Niam dari kloter SOC-41.

Seperti dilaporkan Didi Purwadi, wartawan Republika dari Tanah Suci, Museum memamerkan benda-benda kuno yang menjadi bagian dari perjalanan sejarah dua masjid suci di Makkah dan Madinah. Ada beberapa benda yang sudah sangat tua berusia ribuan tahun. Salah satunya tangga untuk naik ke pintu Ka’bah yang dibuat tahun 1240 H.

Ada juga pintu kayu Ka’bah yang kabarnya dibuat awal abad 14 M. Ada pintu mimbar Ottoman di Masjid Nabawi yang dibuat atas perintah Sultan Murad III pada 998 H. Begitu pula replika sumur tua zamzam yang dulu dilingkari dengan pagar almunium berbentuk lingkaran dengan diameter sekitar 3 meter dan tinggi 1,5 meter.

Bagian ini menampilkan pagar lama sumur zamzam dan ember kuningan dengan tahun pembuatan 1299 H. Ember digunakan untuk menimba air sebelum ada sistem pompa. Mesin jahit tua untuk menjahit kain penutup Ka’bah juga ditampilkan di museum ini.

Museum Ka’bah tidak hanya menghadirkan masa lalu Ka’bah dalam potongan benda-benda kunonya. Masa lalu juga dihadirkan dalam potongan-potongan foto jadul Makkah dan Madinah dari hasil jepretan fotografer Mesir, Sadiq Bik, pada kurun waktu 1297-1298 H. Foto-foto tersebut merupakan koleksi almarhum Pangeran Sultan bin Abdul Aziz yang disumbangkan untuk museum.

Museum yang buka setiap hari selama musim haji itu juga membuka rasa penasaran jamaah yang ingin mengetahui apa yang terdapat di dalam Ka’bah. Beberapa barang atau benda di dalam Ka’bah yang berusia ratusan tahun ini dipamerkan di museum yang buka mulai pukul 08.00 sampai 14.30 dan 16.00 sampai 22.00 waktu Saudi ini.

Ada lemari kayu berbentuk kotak dengan ukuran sisi-sisinya sekitar 1,2 meter. Posisi lemari ini tepat berada di depan pintu Ka’bah dari posisi dalam. Ada juga tiang setinggi 9 meter dengan diameter 50 cm yang menjadi penyangga bagian dalam Ka’bah. Jumlahnya sebanyak tiga tiang.

Mengelilingi sudut-sudut Museum Arsitektur Dua Masjid Suci seperti menapaki masa lalu Makkah dan Madinah. Dan, pengunjung museum yang datang dari berbagai negara termasuk jamaah haji Indonesia tak ingin melewatkan momen masa lalu. Mereka berswafoto (selfie) dengan latar benda-benda kuno Ka’bah atau Masjid Nabawi.

Read More
umroh saat ramdhan

Mesti Bukan Yang Utama, Namun Ibadah Ini Memiliki 10 Keistimewaan.

Ibadah Umrah menjadi pilihan alternatif bagi mereka yang belum berkesempatan berhaji ke Baitullah. Terlebih bagi masyarakat Indonesia. Sistem kuota membuat antrean pergi Haji cukup lama.

Meski bukan yang utama, ibadah Umrah tak kalah istimewanya dengan Haji. Agar lebih memahami, berikut ini di lansir dari Dream.co.id berikan 10 keistimewaan ibadah Umrah, apa saja? berikut penjelasannya.

1. Ibadah Umrah yang satu kepada Umrah berikutnya adalah Kaffaroh atau penghapus dosa.

Allah SWT akan menghapus dosa-dosa kita di antara pelaksanaan Umrah yang satu dengan Umrah berikutnya. Sederhananya begini, bila 5 atau 10 tahun lalu kita sudah melaksanakan Umrah, selanjutnya tahun berkesempatan lagi untuk melakukan Umrah, maka dosa-dosa di antara kedua waktu Umrah tersebut akan diampuni Allah SWT.

2. Umrah adalah jihad bagi para wanita dan orang yang lemah.

Para ibu dan kaum wanita umumnya serta mereka yang lemah fisik pada masa Rasulullah SAW, tak bisa ikut berjihad atau berperang. Namun mereka masih mendapatkan fadillah pahala jihad dengan cara melaksanakan ibadah Umrah.

3. Jemaah Umrah adalah tamu-tamu Allah yang doanya dikabulkan

Ibadah Haji dan Umrah menjadi istimewa karena orang yang datang ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah tersebut adalah tamu Allah SWT. Begitulah biasa disebut dan memang Rasulullah SAW menyebutkannya demikian. Jemaah Haji dan Umrah adalah tamu undangan Allah SWT sehingga apa yang diminta sang tamu akan dikabulkan oleh-Nya. Ini adalah bentuk keistimewaan yang paling istimewa.

4. Wafat saat menjalankan ibadah Umrah pahalanya dicatat sampai hari kiamat.

Keutamaan orang-orang yang wafat dalam perjalanan untuk melaksanakan ibadah Haji dan Umrah, serta keutamaan orang yang wafat dalam keadaan berihram (di tengah pelaksanaan ibadah Haji dan Umrah) adalah mendapatkan anugerah pahalanya dicatat sampai hari kiamat. Semuanya termaktub jelas dalam hadits.

5. Ibadah Umrah bisa menghilangkan kefakiran.

Bila kita melihat saudara kita yang setelah pulang dari Haji atau Umrah maka terlihat kehidupannya semakin baik, rezekinya mengalir terus dan keluarganya bertambah berkah, itulah salah satu fadillah ibadah tersebut. Seluruh biaya yang digunakan untuk berangkat Haji dan Umrah akan diganti oleh Allah SWT dengan berlipat-lipat.

6. Fadillah pahala satu kali Umrah dengan salat dua rakaat di Masjid Quba.

Shalat di Masjid Quba memiliki keutamaan tersendiri. Menurut Hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Abu bin Sahl bin Hunaif RA, ia pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: ” Barangsiapa bersuci di rumahnya, kemudian mendatangi Masjid Quba, lalu ia salat di dalamnya, maka baginya pahala seperti pahala Umrah” . (HR. Tirmizi no. 298, Ibnu Majah no. 1401)

Masjid Quba ini terletak di luar kota Madinah. Jadi, mengingat fadillah salat di Masjid Quba yang sangat besar, maka bila kita sudah berada di Madinah dalam rangka menjalankan ibadah Umrah atau Haji, jangan sampai lupa melakukan salat di Masjid Quba.

  1. Selama umroh bisa mendapatkan pahala sholat sangat luar biasa, hingga 100.000 kali.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda : “Shalat di masjidku, lebih utama seribu kali (dibandingkan) shalat di selainnya kecuali Masjidil Haram. Dan shalat di Masjidil haram lebih utama Seratus Ribu (dibandingkan) shalat di selainnya.“ (Hadits dishahihkan oleh Al-Mundziri dan Al-Bushoiry. Al-Albany berkata: “Sanadnya shahih sesuai persyaratan Bukhori dan Muslim, Irwaul Ghalil, 4/146).

Ini sungguh luar biasa. Fadhilah (keutamaan) Sholat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi merupakan bukti Allah SWT Maha Pemurah terhadap hambanya yang bersungguh sungguh mencari ridho dan ampunannya.

Kalau kita hitung secara matematika maka 1 kali sholat di Masjidil Haram setara dengan 54,5 tahun sholat di masjid lain (100.000 : (5×365 hari)). Nah bila kita berjamaah selama 5 kali sehari, dan selama ibadah umroh adalah 3 hari di Makkah, maka fadilah pahala sholat di Masjidil Haram tambah berlipat-lipat lagi. Ditambah lagi sholat sunnah yang juga kita kerjakan serta ditambah sholat fardlu dan sholat sunah yang kita kerjakan di Masjid Nabawi yang memiliki keistimewaan pahala 1000 kali sholat di masjid lain, maka sungguh sangat luar biasa fadillah dan keutamaanya. Maha suci Allah, Maha Agung dan Maha Pemurah.

  1. Fadillah umroh Ramadhan adalah haji bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam.

Dari Ibnu abbas radhiallaahu anhu meriwayatkan bahwa Ummu Salaim radhiallaahu anhu pernah datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam, dan berkata: “Ya Rasulullah (suamiku) Abu Thalhah dan puteranya telah pergi menunaikan haji dan meninggalkan aku di rumah. “RasulullahSiapa yang tidak ingin mendapat fadillah haji bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam. Pasti semua kaum muslimin mengharapkan meraih fadillah tersebut. Caranya adalah melaksanakan ibadah umroh pada bulan Ramadhan.

shalallahu ‘alaihi wassalam, menjawab “Wahai Umu Sulaim, melakukan satu umrah di dalam bulan Ramadhan adalah sama ganjarannya dengan haji yang dilakukan bersamaku.”

“Umrah pada bulan Ramadhan itu bagaikan haji bersamaku (Nabi saw).” (Shahih; Shahih Al-Jami’ hadits no. 4098).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada seorang wanita Anshar, “Apa yang menghalangimu untuk ikut berhaji bersama kami?” Ia menjawab, “Kami tidak memiliki kendaraan kecuali dua ekor unta yang dipakai untuk mengairi tanaman. Bapak dan anaknya berangkat haji dengan satu ekor unta dan meninggalkan satu ekor lagi untuk kami yang digunakan untuk mengairi tanaman.” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila datang Ramadhan, berumrahlah. Karena sesungguhnya umrah di dalamnya menyamai ibadah haji.” (Shahih; Shahih At-Targhib, 1117).

Itulah sebabnya mengapa pada bulan Ramadhan mereka berbondong-bondong menunaikan ibadah umroh. Suasana ibadah umroh sendiri di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi pada bulan Ramadhan layaknya musim haji. Ramai dan penuh sesak. Apalagi pada 10 hari terakhir Ramadhan.

Di Indonesia, saat ini untuk berangkat haji harus antri bertahun-tahun, bahkan hingga 15 tahun lebih. Begitupun yang sudah berhaji, dihimbau untuk tidak berhaji lagi (paket haji reguler) untuk memberi kesempatan porsi bagi mereka yang belum berangkat haji. Jadilah ada paket haji plus yang dikelola biro travel dengan biaya bisa tiga sampai empat kali lipat haji reguler.

Oleh karena itu mereka memilih untuk berangkat umroh Ramadhan, meskipun biayanya juga relatif mahal. Namun mereka berharap bisa meraih fadillah haji bersama Rasulullah, khususnya umroh pada 10 hari terakhir Ramadhan sekaligus berharap fadillah malam lailatul qadar.

  1. Bisa melakukan badal umroh bagi keluarga.

Badal umroh atau mengumrohkan seseorang, khususnya orang tua atau keluarga, dibolehkan dengan syarat tertentu.  Sebagian ulama berpendapat bahwa umrah hukumnya sunnah, sehingga tidak ada kewajiban bagi seseorang atau ahli waris untuk mengumrahkan orang tuanya yang sudah udzur atau meninggal dunia. Kecuali jika orang tuanya pernah berniat atau bernazar untuk melaksanakan umrah, maka anaknya (ahli warisnya) yang memiliki kemampuan harus menunaikan nazar kedua orang tuanya.

Hal tersebut didasarkan pada hadits-hadits tersebut di atas dan hadits berikut ini: “Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiallaahu anhu, dari Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda: Barangsiapa  yang bernazar untuk mentaati Allah maka hendaknya ditaati (ditunaikan), dan barangsiapa bernazar untuk bermaksiat ke pada Allah maka janganlah la (tunaikan nazarnya) untuk berbuat maksiat.” ( H R . al-Bukhari dan jamaah ahli Hadits).

Menurut sebagian ulama yang lain, seseorang boleh melakukan umrah untuk orang lain (badal umrah), baik orang yang dibadalkan itu masih hidup maupun sudah meninggal dunia. Mereka menganalogikannya dengan ibadah haji yang sama-sama ibadah badaniyyah maliyyah. Di antara dalilnya adalah sebagai berikut:

Seorang wanita mendatangi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam lalu bertanya, “Ibuku meninggal dunia dalam kondisi belum berhaji. Bolehkah aku berhaji untuknya?” Rasul saw menjawab, “Boleh. berhajilah untuknya!” (HR at-Tirmidzi).

Dalam riwayat lain Abu Razin al-Uqayli juga mendatangi Rasul shalallahu ‘alaihi wassalam seraya mengadukan kondisi ayahnya yang sudah tua yang tidak bisa berhaji dan berumrah. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam berkata, “Tunaikanlah haji dan umrah untuknya.” (HR at-Tirmidzi).

Jadi ahli waris hendaknya melakukan badal umroh bagi orangtuanya, apabila dirinya sendiri sudah berumroh. Kedua, orangtuanya pernah berniat atau bernazar untuk melaksanakan ibadah umroh, dan ketiga, kondisi orang tuanya sudah meninggal dunia atau dalam keadaan sudah tua atau sakit sehingga tidak memungkinkan untuk berangkat umroh.

Ibadah umroh yang dilakukan ahli warisnya dengan membadalkan umroh orang tuanya, juga merupakan kegiatan birrul walidain. Yaitu  bagian dalam etika Islam yang menunjukan kepada tindakan berbakti (berbuat baik) kepada kedua orang tua. Yang mana berbakti kepada orang tua ini hukumnya fardhu (wajib) ain bagi setiap Muslim, meskipun seandainya kedua orang tuanya adalah non muslim. Setiap muslim wajib mentaati setiap perintah dari keduanya selama perintah tersebut tidak bertentangan dengan perintah Allah SWT. Birrul walidain merupakan bentuk silaturahim yang paling utama.

  1. Bisa memperoleh fadillah pahala umroh berkali-kali.

Para jamaah umroh selama mukim di Madinah maupun Makkah, maka tidak ada kegiatan lain kecuali tiga hal. Yaitu, sholat berjamaah ke Masjid Nabawi atau Masjidil Haram, berzikir-berdoa-dan tadarus Al Qur’an serta makan dan tidur. Kegiatan plusnya adalah jalan-jalan atau ziarah dan belanja he..he..

Dengan begitu sebenarnya banyak waktu luang bagi jamaah karena tidak ada kegiatan bekerja dan urusan keluarga sebagaimana di tanah air. Selain ibadah wajib, jamaah umroh bisa lebih bebas melakukan ibadah sunah, baik di malam hari maupun di waktu dhuha. Namun ada satu ibadah yang kadang sulit dilakukan di tanah air karena kesibukan pekerjaan, yaitu ibadah seusai sholat subuh hingga waktu matahari terbit tiba dengan dilanjutkan ibadah sholat dua rakaat.

“Barang siapa shalat Shubuh berjamaah, kemudian duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lalu shalat dua rakaat, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah secara sempurna, sempurna, sempurna.” (Shahih; Shahih Al-Jami’ hadits no. 6346).

“Barang siapa berjalan untuk shalat wajib berjamaah maka itu pahalanya seperti pahala orang yang berhaji dan ihram. Barang siapa berjalan untuk shalat sunnah maka itu seperti pahala umrah.” (Hasan; Shahih Al-Jami’ hadits no. 6556).

“Barang siapa berjalan untuk shalat wajib dalam keadaan sudah suci (berwudhu di rumah), maka ia seperti mendapatkan pahala orang yang berhaji dan ihram….” (Shahih; HR Ahmad).

Nah apabila ibadah tersebut kita lakukan setiap hari selama 7-10 hari di Tanah Suci, sesuai paket umroh yang kita ikuti, berarti kita bisa meraih pahala umrah berkali-kali, tanpa melakukan ibadah umroh sendiri.

Demikian istimewanya ibadah umroh yang diberikan Allah SWT kepada umat islam. Mengapa kita masih berdiam diri tidak mau melakukannya padahal kita telah mampu? Bayangkan keuntungan dan keistimewaan yang diberikan Allah SWT kepada kita yang menunaikan umroh. Tidak ada yang dapat menilainya di dunia ini. Semoga dengan jelasnya ganjaran yang diterima bagi mereka yang menunaikan ibadah umroh, hati kita menjadi tergerak untuk menunaikannya, terutama bagi yang sudah mampu tetapi belum ada niatan untuk pergi.

Read More