nenek-katum

Keikhlasan Dan Kesabaran, Setengah Perjalanan Hidup Nenek Ini Untuk Kebaikan (Tausyiah)

Nenek Katum namanya, berusia 80 tahun telah memberikan lebih dari separuh hidupnya untuk menjaga secara sukarela perlintasan rel kereta tanpa palang pintu. Lokasi perlintasan tanpa palang pintu itu berada di Kampung Kemang, Kecamatan Cipocok, Kota Serang, Banten.

“Tidak pernah saya minta uang dari orang,” akunya di kediamannya Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang. Di rumah berlantaikan tanah dan berdinding kayu triplek, nenek Katum tinggal seorang diri. Lokasinya hanya berjarak empat meter dari rel. Tempat tidur yang biasa dipakainya untuk istirahat masih terbuat dari kayu, atau biasa disebut amben. Akan tetapi sang nenek tak pernah mengeluh dengan keadaannya.

Hingga suatu waktu Allah memberikan rezeki bagi sang nenek, yaitu tepatnya pada  7 Desember 2014 silam. Hari dan tanggal tersebut sangat amat berarti bagi sang nenek. Karena, nenek Katum akan berangkat melaksanakan ibadah umrah selama sepuluh hari.

Nenek Katum bisa melaksanakan umroh karena mendapat bantuan dari Dinas Sosial (DINSOS) Provinsi Banten. Tak hanya itu sang nenek pun bertemu dengan Rano Karno, Pelaksana Tugas (PLT) Gubernur Banten saat menerima bingkisan umrah di Pendopo Gubernur Banten.

Dan Dinas sosial (Dinsos) Banten bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memberikan tempat tidur yang lebih layak untuk sang nenek.

“Kalau kita berbuat baik mah pasti ada aja rejekinya, doakeun nyak nenek, sing lancar, sing salamet (doain ya nenek semoga lancar, semoga selamat),” ungkap sang nenek sebelum berangkat umrah.

Allah tidak pernah tidur, Ia selalu melihat hamba-hambanya baik itu dalam keadaan sedang berbuat baik atau pun maksiat. Maha besar Allah, yang telah memberikan rezeki yang tak disangka-sangka. Semoga keikhlasan sang nenek dapat menginspirasi kita.

Sumber : .islampos.com

 

Read More
Kembara-Berbasikal-Ke-Makkah

Menggunakan Sepeda Ontel, Pasutri Asal Negeri Jiran Ini Beribadah Umroh

Pasangan suami isteri Melayu kompak melakukan perjalanan menunaikan ibadah umrah dengan mengayuh sepeda pancal, bakal mencapai hajat mereka segera setelah mengembara sembilan bulan lamanya.

Warga Malaysia, Ahmad Mohd Isa (27 tahun) dan istrinya Noradilah Mohd Sapie (28 tahun)– memilih untuk mengayuh kendaraan roda dua ke tanah suci.

Sebelumnya, pasangan itu dilaporkan nekat menantang kemampuan mereka melakukan ekspedisi bersepeda bertajuk ‘Kembara Memburu Hikmah’ (KMH), dengan mengayuh sepeda dari Malaysia ke Makkah sejauh 17.000 kilometer.

Setelah bertolak dari Malaysia, mereka harus melintasi 13 negara lain dalam waktu hamper setahun, yaitu; Thailand, Myanmar, India, Nepal, Pakistan, China, Kyrgyzstan, Kazakhstan, Uzbekistan, Afghanistan, Iran, UEA, sebelum akhirnya menjejakkan kaki ke Arab Saudi sebagai negara ke-13.

Dalam wawancara melalui kiriman email dengan Mediacorp Singapura, pasangan itu mengatakan bahwa mereka kini sudah berada di Afghanistan, negara ke-11 dari 12 negara yang harus dilalui. Ini berarti tinggal lagi 1 negara harus direntasi sebelum tiba di Arab Saudi.

“Alhamdulillah, selama 27 hari kami di Uzbekistan yaitu dari 11 Desember 2016 hingga 6 Januari 2017, sekarang kami sudah berada di Afghanistan. Insya Allah, sesuai rencana kami, perjalanan berikutnya (sesuai urutan) adalah Iran, Emirat Arab dan Arab Saudi, “kata mereka dikutip Mediacorp, Rabu (11/01/2017).

Menurut Ahmad dan Noradilah, tantangan besar yang mereka lalui sepanjang petualangan itu adalah masalah komunikasi dengan masyarakat di suatu negara.

“Bahasa yang mereka tuturkan seperti Urdu, Uighur, Persia dan bahasa lokal lainnya tidak dapat diterjemahkan menggunakan setiap aplikasi di internet.

“Mereka pula sebagian besar tidak memahami bahasa Inggris atau Arab. Maka ini menyulitkan komunikasi antara kami untuk saling bertukar pandangan, “ujar pasangan itu memberitahu.

Bersepeda di Musim Salju

Sungguhpun begitu, pengalaman yang diraih ada juga yang memberi kesan mendalam kepada pasangan yang memang ‘kaki sepeda’ dan membesar dengan bersepeda dari zaman sekolah sampai universitas.

Di halaman Facebook KMH, pasangan itu berbagi “pengalaman hebat” ketika bersepeda di musim salju di Kazakhstan – dengan mengupload video – karena itulah kali pertama mereka bergelimang dengan salju!

Ternyata tidak mudah karena mereka beberapa kali tergelincir. Namun menurut pasangan berkenaan itu “membuat hati mereka semakin kental untuk melanjutkan perjalanan”.

Basikal-ke-Makkah

Makanan tak Terputus

Selain itu layanan baik yang diterima cukup membuat mereka tersentuh.

“Berbagai bentuk layanan dan bantuan yang di luar harapan kami terima dari insan-insan berhati mulia sepanjang perjalanan ini dan semuanya membuat kami tersentuh.

“Sejak memasuki negara-negara ‘STAN’ (Pakistan, Kyrgyzstan, Kazakhstan, Uzbekistan, Afghanistan, Kazakhstan), rezeki dalam bentuk makanan tidak putus-putus. Kami tidak sempat untuk merasa lapar.  Setiap kali diundang makan, makanan penuh terhidang atas meja, “ kata mereka, menjelaskan adat budaya warga yang memanjakan para tamu dengan berbagai jenis hidangan.

“Semoga Allah merahmati hidup mereka yang memberikan bantuan, dukungan dan mendoakan kami apakah kami tahu atau tidak. Setiap kebaikan itu ada balasan dan rahmat di sisiNya.”

Sujud Syukur depan Ka’bah

Setelah sekitar sembilan bulan perjalanan mereka, yaitu sejak April 2016, kini Noradilah dan suaminya semakin hampir ke tujuan utama, yang diidam-idamkan setelah sekian lama.

Kedatangan mereka di Makkah nanti pasti menjadi satu momen bersejarah dalam hidup mereka dan tidak ada tandingannya. Setelah menjejakkan kaki di Makkah, hal pertama yang ingin dilakukan adalah “bersujud syukur di hadapan Ka’bah”.

Ahmad dan Noradilah berharap berada di Makkah menunaikan umrah selama dua minggu sebelum pulang ke pangkuan keluarga tercinta di Malaysia.

“Kami rindu sekali menginjakkan kaki ke tanah air sendiri setelah ke tanah suci Makkah dan Madinah. Selain itu kami juga rindu ingin mendekap kedua orang tua kami yang tidak putus-putus mendoakan perjalanan kami agar selalu lancar dan aman, ” ujarnya.

Selain melakukan misi kemanusiaan di setiap negara yang dijelajah, pasangan suami istri itu turut membawa tantangan merekam data terkait sejarah, budaya dan kehidupan masyarakat Islam.

Sumber : hidayatullah.com

Read More
Arsyad-hidayat

Ini Tips Dari Kepala Daker Makkah Untuk Para Jamaah Umrah Indonesia (Tips)

Saat Jamaah tanah air tiba di Makkah, tepatnya di bandara internasional King Abdul Aziz, Arab Saudi. Ada yang langsung ingin melakukan umrah meski mereka baru saja menjejakkan kaki di Tanah Suci. Kepala Daker (Daerah Kerja) Makkah, Arsyad Hidayat, memberikan tips bagaimana umrah bagi jamaah yang tiba di Makkah.

Pertama, kata Arsyad, setibanya di Kota Makkah, jamaah sebaiknya beristirahat sebelum berangkat umrah ke Masjidil Haram. Jamaah minimal istirahat dua sampai tiga jam untuk mempersiapkan kondisi fisik.

Jamaah tidak perlu terburu-buru karena bus salawat sudah stand by untuk mengantarkan jamaah ke Masjidil Haram. Pihak maktab juga menyiapkan pembimbingan ibadah.

Kedua, perhatikan dan kenali nama hotel yang dihuni. Ini agar jamaah tahu jalan pulang saat mereka tersesat. “PDG 01 misalnya, menempati rumah 101. Jangan lupa kalau diberi petugas berupa nomor maktab, nomor bus, atau  gelang maktab, itu dipegang betul,” pesan Arsyad.

Ketiga, jamaah jangan lupa membawa kartu identitas berupa kartu pengenal yang bisa disimpan di tas. “Masukan juga di situ kartu maktab dan kartu bus,” katanya.

Kartu identitas, lanjut Arsyad, menjadi salah satu pengaman saat jamaah kesasar atau tidak tahu jalan. Kartu identitas itu bisa ditunjukan kepada petugas sehingga memudahkannya untuk mengetahui arah pulang.

Keempat,  jamaah harap catat nomor telepon ketua regu, ketua tombongan, dan ketua kloter. Hal itu dimaksudkan agar lebih mudah menghubungi seseorang saat dalam keadaan kesasar.

Kelima, selalu bersama-sama dalam berihram. Menurut Arsyad, minimal bersama satu regu atau 10 orang. Kalau bisa satu rombongan itu lebih baik.

Sumber : ihram.co.id

Read More
umrah-musim-dingin

Jaga Kesehatan dan Stamina Saat Ibadah Umrah Pada Bulan-Bulan Ini

Bagi masyarakat muslim Indonesia yang hendak menunaikan ibadah umrah pada bulan-bulan ini (Desember-Februari), diminta untuk menjaga kesehatan dan stamina serta mempersiapkan beberapa hal yang diperlukan selama berada di Tanah Suci.

Demikian himbauan ini Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Arab Saudi yang disampaikan oleh ketuanya, Imam Khairul Annas, sebagaimana dalam keterangan resminya yang diterima hajiumrahnews.com pada Kamis (1/12).

“Mengingat cuaca di Tanah Suci sekarang akan atau telah memasuki musim dingin, dimana udara dan angin yang dingin bisa menurunkan daya tahan tubuh,” katanya.

Maka dari itu, kata Imam, PPMI Arab Saudi menghimbau kepada para calon jamaah umrah untuk memperhatikan hal-hal berikut :

1. Membawa perlengkapan musim dingin seperti; jaket, kaos kaki, sarung tangan, masker, penutup telinga, lipgloss, cream kulit dan lain-lain sesuai kebutuhan. (dengan memperhatikan pakaian ketika berihram nanti).

2. Memperbanyak minum air putih (walaupun tidak merasa haus), sebab udara dingin sering menyebabkan kita merasa tidak haus, padahal tubuh butuh cairan. Terkhusus dengan meminum Air Zamzam.

3. Mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang memiliki kadar gula berlebihan dan mengurangi konsumsi makanan dan minuman dingin (dari kulkas).

4. Perbanyaklah mengkonsumsi buah dan suplemen alami serta perbanyaklah bergerak.

5. Jangan sekali kali menganggap remeh udara dan angin dingin yang ada, dan jangan juga menganggap enteng sakit ringan.

6. Pastikan suhu udara sebelum keluar kamar. (apabila suhu relatif rendah, persiapkan jaket yg agak tebal, apabila suhu relatif tinggi, sediakan jaket yang lebih tipis)

7. Membawa makanan ringan (seperti roti dll) di dalam tas pegangan ketika perjalanan terbang ke Arab Saudi, untuk kebutuhan jika proses di imigrasi Bandara terasa lama, maka sudah siap dengan makanan ringan tadi untuk sedikit membantu.

8. Selalu mematuhi Himbauan pemerintah Arab saudi yang berkaitan dengan cuaca ataupun himbauan lainnya.

“Semoga Allah memberikan kita keberkahan dan kesehatan kapanpun di musim apapun, serta menjadikan ibadah umrah bapak dan ibu sekalian menjadi umrah yang mabrur,” pungkasnya.

Sumber : hajiumrahnews.com

Read More
Sri-Mulyono-tukang-becak-berangkat-umrah

“Si Pengayuh Becak” Akhirnya Menjadi Tamu Allah Menuju Baitullah

Niat dan usaha yang gigih bisa membawa seseorang berhasil mewujudkan cita-cita mereka. Demikian pula dengan Sri Mulyono, warga Cemani, Grogol, Sukoharjo yang mampu membayar biaya umrah untuk pemberangkatan Maret 2017 mendatang dari hasil kegigihannya bekerja.

Meski sebagai tukang penarik becak yang pendapatannya tak tentu, Sri Mulyono yang akrab disapa Uut ini rajin menabung sedikit demi sedikit demi mewujudkan niatnya beribadah ke Tanah Suci yang biayanya lumayan banyak. Meski dia harus menunggu selama belasan tahun sampai biaya umrah itu cukup, namun yang penting baginya niat itu dapat ditunaikannya.

“Dulu ketika timbul niat ibadah umrah, saya tidak tahu kapan itu akan terwujud. Tapi dengan keyakinan bahwa saya bisa, saya tidak masalah harus menunggu lama,” ujar Sri Mulyono saat dijumpai Solopos.com di sekitar lokasi mangkalnya di Jl. KH. Samanhudi, Solo kawasan pondok pesantren Ta.mirul Islam, Mangkuyudan, Sabtu (7/1/2016).

Uut menyadari biaya umrah tersebut hanya bisa ia peroleh dengan cara menabung. Tapi hal itu juga tidak ia capai dengan mudah. Apalagi dia juga harus menghidupi anak dan istrinya.

Ia harus berjuang dari pagi sekitar pukul 05.30 WIB hingga larut malam setiap hari untuk menunggu penumpang yang akan menggunakan jasanya. Pernah beberapa kali tidak ada satu pun penumpang yang menghapirinya. Baginya, hal itu sudah menjadi risiko pekerjaan.

Hati mulia pun ditunjukkan laki-laki kelahiran 1961 ini. Ketika hasil tarikan tak begitu banyak, dia lebih baik menyedekahkan uang itu kepada orang yang lebih membutuhkan.

“Kalau hasilnya sedikit, kadang saya kasihkan kepada pengemis yang kondisinya payah. Saya yakin Allah akan menggantinya. Dan benar saja, besok-besoknya penumpangnya banyak,” kata dia.

Berbagi

Pada saat penumpang banyak dan pendapatannya lebih, saat itulah sebagian uangnya ia tabung. Cara menabungnya juga terbilang unik. Dia mengumpulkan sendiri uang itu hingga di atas Rp500.000. Tak peduli butuh berapa lama untuk mendapat uang sebanyak itu.

Jika sudah terkumpul, dia akan berhutang kepada saudaranya senilai uang tersebut. “Supaya saya tetap semangat bekerja, saya berhutang dulu kepada saudara,” kata dia. Lalu uang utangan itu ia titipkan kepada salah seorang ibu yang rumahnya tak jauh dari tempat ia mangkal.

Setelah belasan tahun, pekan lalu tabungannya mencapai Rp24juta sehingga ia memberanikan diri mendaftar umrah ke Biro Haji dan Umrah Ta’mirul Islam Al Mabrur tak jauh dari tepat dia mangkat. “berangkatnya Maret. Semoga lancar,” ucap Uut sambil pamit untuk salat Asar.

Direktur Biro Haji dan Umrah Ta’mirul Islam Al Mabrur, Nurrohmat saat dujumpai di kantornya mengatakan Uut sudah melakukan pembayaran pada 6 Januari lalu. “Ya. Pak Uut sudah membayar biaya umrah kepada kami tanggal 6 Januari lalu,” kata dia.

Nurrohmat menambahkan, biaya umrah sebenarnya Rp24,5 juta belum termasuk biaya pengurusan paspor dan vaksin meningitis. “Tapi setelah kami berkonsutlasi dengan pimpinan pondok, kami sepakat membantu Pak Uut dengan melunasi kekurangannya,” imbuhnya.

Sementara salah seorang warga Mangkuyudan Sri Harjo, mengatakan Uut dikenal sebagai tukang becak yang baik karena suka membantu orang lain dengan caranya sendiri. “Kadang dia tidak mau dibayar karena yang diantar terlihat kurang mampu.”

Sumber : solopos.com

Read More
jamaah-terlantar

Kementerian Agama Dalami Jamaah Umrah Yang Terlantar Di Arab Saudi

Kepala Sub Direktorat Pembinaan Umrah Kementerian Agama Arfi Hatim mengatakan sebanyak 900 orang jemaah umrah dari Indonesia tertahan di Arab Saudi. Ratusan jamaah tersebut mulai tertahan pada 4, 6, dan 7 Januari 2017.

Namun Arfi mengatakan beberapa dari mereka sudah bisa kembali ke Tanah Air pada 7 hingga 9 Januari 2017. “Sudah ada yang kembali dan proses pulang,” kata dia kepada Tempo di Jakarta, Selasa, 10/1/17.

Arfi menuturkan sebanyak 900 jemaah tersebut adalah jamaah Umrah dari beberapa gelombang. Mereka juga tidak dari daerah yang sama. Sebagian besar berasal dari DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Kementerian Agama kini masih mendata persoalan-persoalan yang terjadi sehingga membuat 900 jemaah umrah tertahan di Saudi Arabia. Arfi mengatakan mereka berangkat dari beberapa macam biro travel umrah. Bahkan sebagian berasal dari biro travel yang tidak terdaftar di Kementerian Agama. Namun ia tidak memungkiri bahwa mayoritas mereka menggunakan travel yang sudah berizin dari pemerintah.

Menurut Arfi, pihaknya kini fokus pada pemulangan jemaah yang masih tertahan di Saudi Arabia. Langkah yang ditempuh adalah mendesak pihak penyelenggara untuk mengurus pemulangan jemaahnya. Ia mengatakan saat ini masih mengklarifikasi dan mengumpulkan data perihal 900 jemaah dan biro travel yang digunakan.

Arfi mengaku belum mengetahui pasti kesalahan terjadi pada penyelenggara atau pihak lain. Namun sejauh ini, informasi yang didapat kesalahan diduga dilakukan oleh pihak maskapai Flynas yang menghentikan penerbangan. “Kami klarifikasi dan kumpulkan data, selanjutnya akan dibahas oleh tim terkait sanksi,” kata dia.

Sumber : m.tempo.co

Read More